IP address merupakan tulang
punggung Internet yang memberikan sumber daya Internet yang jumlahnya terbatas
dan perlu dilakukan konservasi dengan melakukan manajemen terhadap IP address
ini. Hal yang perlu dilakukan oleh para engineer dalam upaya untuk lebih mendayagunakan
penggunaan IP address adalah dengan merancang suatu network plan yang benar.
Hal yang perlu diperhatikan dalam merancang suatu network plan dalam pengalokasian IP address adalah :
a) Penggunaan name based virtual host untuk webserver.
b) Penggunaan IP Unnumbered
c) Penggunaan Network Address Translation (NAT)
d) Penggunaan Name Based Virtual
Pada penggunaan untuk webserver dikenal dua metode yaitu :
1.
IP
based virtual host
2.
IP
Name-based virtual host.
Agar dapat menggunakan name based virtual host memerlukan syarat yaitu :
1.
Client
harus mendukung protokol http/1.1. Protokol http/1.1 diatur dalam RFC 2068,
dimana perbedaan antara http/1.1 dengan http/1.0 diantaranya adalah mendukung
name based virtual host serta penggunaan hubungan persistent.
2.
Jika
client menyatakan tidak hendak menggunakan hubungan persistent. Dalam mekanisme
ini, server dan client dapat mengirim sinyal untuk menutup koneksi
TCP menggunakan header connection yaitu close.
TCP menggunakan header connection yaitu close.
3.
Setelah
sinyal ini dikirim, cleint tidak boleh lagi mengirim request ke server.
4.
Hubungan
persistent juga mendukung request yang di ‘pipeline’, yaitu client mengirimkan
beberapa request sekaligus tanpa menunggu response selesai datang dari server.
5.
Server
yang menerima request yang di ‘pipeline’ harus memberikan jawaban sesuai urutan
request.
Keuntungan menggunakan name-based
virtual host adalah :
- Mudah dikonfigurasi.
- Tidak membutuhkan tambahan baik software maupun hardware.
Kelemahan menggunakan name-based virtual host adalah :
- Klien
harus support protokol http/1.1
a. Network
Address Translation (NAT)
Network Address Translation (NAT)
adalah suatu metode yang mengijinkan client yang tidak mempunyai IP
non-routable dapat koneksi ke Internet.Sebuah router yang dikonfigurasi
menggunakan NAT paling sedikit mempunyai satu interface
untuk koneksi ke Internet dan satu interface juga ke Local Area Network (LAN). Ketika suatu paket meninggalkan LAN, NAT menerjemahkan IP address non-routable menjadi IP address yang valid, begitupula sebaliknya apabila ada paket yang memasuki LAN, NAT akan menerjemahkan IP address valid dan routable menjadi IP address yang non-routable.
untuk koneksi ke Internet dan satu interface juga ke Local Area Network (LAN). Ketika suatu paket meninggalkan LAN, NAT menerjemahkan IP address non-routable menjadi IP address yang valid, begitupula sebaliknya apabila ada paket yang memasuki LAN, NAT akan menerjemahkan IP address valid dan routable menjadi IP address yang non-routable.
b. Overload
Overload digunakan pada router pada saat anda menginginkan untuk menghemat IP address. Overload mengijinkan router untuk menggunakan IP address yang sama untuk beberapa local address. Router mentranslasikan sebuah packet dari host A (192.168.1.94) ke IP address yang valid (203.102.2.2) pada port 1723, dan router juga mentranslasikan sebuah packet dari host B (192.168.1.95) ke IP address yang valid (203.102.2.3) pada port 1024.
Beberapa instruksi yang bisa digunakan untuk memaintain & monitor NAT :
1. clear ip nat translation , perintah ini digunakan untuk menghilangkan semua catatan
dynamic address translation dari tabel NAT Translation.
2.
clear ip nat translation inside global-ip local-ip [outside local-ip
global-ip], perintah ini
digunakan untuk menghilangkan catatan tabel NAT Translation untuk inside address atau
untuk inside maupun outside translation.
3. clear ip nat translation outside local-ip global-ip, perintah ini digunakan untuk
menghilangkan catatan tabel NAT Translation untuk outside translation.
4. clear ip nat translation protocol inside global-ip global-port local-ip local-port [outside
local-ip local-port global-ip global-port], perintah ini digunakan untuk menghilangkan suatu catatan extended dynamic translation.
5. show ip nat translations, perintah ini digunakan untuk menampilkan translations yang aktif.
6. show ip nat statistics, perintah ini digunakan untuk menampilkan statistik translation.
digunakan untuk menghilangkan catatan tabel NAT Translation untuk inside address atau
untuk inside maupun outside translation.
3. clear ip nat translation outside local-ip global-ip, perintah ini digunakan untuk
menghilangkan catatan tabel NAT Translation untuk outside translation.
4. clear ip nat translation protocol inside global-ip global-port local-ip local-port [outside
local-ip local-port global-ip global-port], perintah ini digunakan untuk menghilangkan suatu catatan extended dynamic translation.
5. show ip nat translations, perintah ini digunakan untuk menampilkan translations yang aktif.
6. show ip nat statistics, perintah ini digunakan untuk menampilkan statistik translation.
Sumber :
http://umiyant.blogspot.co.id/2014/11/manajemen-alamat.html
http://danas0230.blogspot.co.id/2011/06/manajemen-ip-pert6.html
http://hendrayana1.blogspot.co.id/2014/11/manajemen-alamat-ip.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar